Tampilkan postingan dengan label HOBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HOBI. Tampilkan semua postingan

07 Agustus 2026

Salah satu daya tarik merpati pos adalah keragaman warna bulunya. Meskipun terdapat banyak variasi warna hasil persilangan dan seleksi genetik, ada beberapa warna yang paling sering dijumpai pada merpati pos di seluruh dunia.

1. Biru Bar (Blue Bar)

Biru Bar (Blue Bar) merupakan warna yang paling dominan dan dianggap sebagai warna klasik merpati pos.

Ciri-cirinya:

  • Tubuh berwarna abu-abu kebiruan.
  • Memiliki dua garis hitam melintang pada sayap.
  • Leher berkilau hijau dan ungu saat terkena cahaya.

Banyak ahli merpati meyakini bahwa warna ini paling dekat dengan warna nenek moyang merpati domestik.

2. Checker (Kotak-Kotak)

Warna Checker juga sangat populer dan sering ditemukan pada merpati pos.

Ciri-cirinya:

  • Sayap dipenuhi bercak atau pola kotak-kotak hitam.
  • Tingkat kegelapan bervariasi, dari sedikit bercak hingga hampir seluruh tubuh berwarna gelap.

Banyak merpati juara lomba memiliki pola checker, meskipun warna bulu sebenarnya tidak menentukan kemampuan terbang.

3. Black (Hitam)

Merpati pos berwarna hitam memiliki penampilan yang gagah dan elegan.

Ciri-cirinya:

  • Bulu dominan hitam pekat.
  • Kadang terlihat kilauan hijau atau ungu pada leher.

Warna ini cukup banyak ditemukan, meski tidak sebanyak Blue Bar dan Checker.

4. Red dan Red Checker

Warna merah bata atau kemerahan juga cukup populer di kalangan penghobi.

Ciri-cirinya:

  • Tubuh berwarna merah kecokelatan.
  • Tersedia dalam pola polos maupun checker.

Warna ini sering menjadi favorit karena tampilannya yang unik dan mudah dikenali.

5. Grizzle

Grizzle merupakan kombinasi warna putih dengan warna dasar lain.

Ciri-cirinya:

  • Tampak berbintik-bintik putih.
  • Semakin tua usia burung, biasanya warna putih semakin banyak muncul.

Warna ini banyak disukai karena terlihat mencolok saat terbang.

Apakah Warna Bulu Mempengaruhi Prestasi?

Banyak penghobi pemula mengira warna tertentu membuat merpati lebih cepat atau lebih pintar bernavigasi. Faktanya, prestasi merpati pos lebih ditentukan oleh faktor genetik, kesehatan, latihan, stamina, dan kecerdasan navigasi, bukan warna bulunya.

Seekor merpati Blue Bar tidak otomatis lebih hebat daripada Checker atau Grizzle. Yang terpenting adalah kualitas keturunan dan perawatannya.

Kesimpulan

Warna bulu yang paling dominan pada merpati pos adalah Blue Bar (abu-abu kebiruan dengan dua garis hitam di sayap), diikuti oleh Checker, Hitam, Merah, dan Grizzle. Meskipun warna bulu menambah keindahan dan nilai estetika, kemampuan terbang dan navigasi merpati tetap ditentukan oleh faktor genetik serta perawatan yang baik.


10 Juli 2026

Merpati pos dikenal sebagai burung yang kuat dan memiliki daya tahan terbang yang luar biasa. Namun, seperti makhluk hidup lainnya, merpati pos juga rentan terserang berbagai penyakit. Penyakit yang tidak segera ditangani dapat menurunkan performa terbang, mengganggu pertumbuhan, bahkan menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, para penghobi merpati pos perlu mengenali gejala penyakit sejak dini agar dapat melakukan penanganan yang tepat.

1. Snot (Coryza)

Snot merupakan salah satu penyakit yang cukup sering menyerang merpati. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan.

Gejala:

  • Keluar lendir dari hidung.
  • Mata berair atau bengkak.
  • Sering bersin.
  • Napas berbunyi.
  • Nafsu makan menurun.

Pencegahan:

  • Menjaga kebersihan kandang.
  • Memastikan sirkulasi udara baik.
  • Menghindari kandang yang terlalu lembap.

2. Cacar Merpati (Pigeon Pox)

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk atau kontak dengan burung yang terinfeksi.

Gejala:

  • Muncul benjolan atau kerak pada paruh, kelopak mata, dan kaki.
  • Burung tampak lesu.
  • Nafsu makan berkurang.

Pencegahan:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengendalikan populasi nyamuk.
  • Memisahkan burung yang terinfeksi.

3. Cacingan

Infeksi cacing sering terjadi pada merpati yang dipelihara dalam kondisi kandang kurang bersih.

Gejala:

  • Berat badan menurun.
  • Bulu kusam.
  • Pertumbuhan lambat.
  • Kotoran tidak normal.

Pencegahan:

  • Membersihkan kandang secara rutin.
  • Memberikan obat cacing sesuai kebutuhan.
  • Menjaga kualitas pakan dan air minum.

4. Trichomoniasis (Kanker Mulut)

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Trichomonas gallinae dan cukup umum pada merpati.

Gejala:

  • Muncul bercak kuning atau putih di dalam mulut.
  • Sulit menelan.
  • Nafsu makan menurun.
  • Berat badan turun drastis.

Pencegahan:

  • Menjaga kebersihan tempat minum.
  • Mengganti air minum setiap hari.
  • Mengisolasi burung yang sakit.

5. Salmonellosis (Paratifus)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella dan dapat menyerang berbagai organ tubuh.

Gejala:

  • Diare berwarna hijau.
  • Tubuh lemah.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Kelumpuhan pada sayap atau kaki.

Pencegahan:

  • Menjaga sanitasi kandang.
  • Memberikan pakan berkualitas.
  • Menghindari kepadatan kandang yang berlebihan.

6. Newcastle Disease (Tetelo)

Tetelo merupakan salah satu penyakit paling berbahaya pada unggas, termasuk merpati.

Gejala:

  • Leher terpuntir.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Sulit terbang.
  • Kematian mendadak.

Pencegahan:

  • Vaksinasi secara berkala.
  • Membatasi kontak dengan burung liar.
  • Menjaga kebersihan kandang.

Pentingnya Kebersihan dan Perawatan Rutin

Sebagian besar penyakit pada merpati pos dapat dicegah melalui perawatan yang baik. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membersihkan kandang setiap hari.
  • Menyediakan air minum yang bersih.
  • Memberikan pakan bernutrisi.
  • Mengisolasi burung yang menunjukkan gejala sakit.
  • Melakukan vaksinasi sesuai anjuran.

Merpati yang sehat akan memiliki stamina lebih baik, kemampuan navigasi optimal, dan performa terbang yang maksimal.

Penutup

Menjaga kesehatan merpati pos merupakan bagian penting dari hobi dan peternakan merpati. Dengan mengenali gejala berbagai penyakit sejak awal, penghobi dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan lebih cepat. Perawatan yang konsisten akan membantu merpati tetap sehat, aktif, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di udara.


12 Juni 2026

Di balik kemampuan terbang dan navigasi yang luar biasa, merpati pos tetap menghadapi berbagai ancaman dari alam. Musuh alami ini dapat menjadi penyebab hilangnya merpati saat latihan maupun perlombaan jarak jauh. Oleh karena itu, para penghobi merpati pos perlu memahami berbagai predator yang sering mengincar burung kesayangannya.

1. Elang, Predator Utama di Udara

Elang merupakan salah satu musuh paling berbahaya bagi merpati pos. Dengan penglihatan yang sangat tajam dan kecepatan terbang tinggi, elang mampu mendeteksi merpati dari jarak yang jauh.

Saat merpati sedang terbang sendirian atau dalam kondisi lelah, peluang untuk diserang elang menjadi lebih besar. Di beberapa daerah, keberadaan elang sering menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak dan penghobi merpati pos.

2. Alap-Alap dan Burung Pemangsa Lain

Selain elang, burung pemangsa seperti alap-alap (falcon) dan beberapa jenis rajawali juga dapat memburu merpati pos. Burung-burung ini terkenal memiliki kemampuan manuver yang sangat cepat di udara sehingga sulit dihindari oleh merpati.

Serangan biasanya terjadi secara tiba-tiba dari atas atau belakang ketika merpati sedang fokus terbang menuju kandang.

3. Kucing

Di sekitar kandang, kucing menjadi salah satu predator yang paling sering mengancam merpati. Kucing dapat menyerang anak merpati, burung yang sedang beristirahat, maupun merpati yang baru kembali dari perjalanan jauh dan dalam kondisi kelelahan.

Karena itu, kandang yang aman dan tertutup sangat penting untuk melindungi merpati dari serangan kucing.

4. Tikus

Meski jarang menyerang merpati dewasa, tikus dapat menjadi ancaman bagi telur dan anakan merpati. Selain itu, tikus juga sering mencuri pakan dan membawa berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan burung.

Menjaga kebersihan kandang menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan dari tikus.

5. Ular

Di beberapa wilayah pedesaan, ular sering menjadi predator yang mengincar telur, anak merpati, bahkan merpati dewasa yang sedang bertengger. Ular biasanya masuk ke kandang pada malam hari saat burung sedang beristirahat.

Pemeriksaan kandang secara rutin sangat dianjurkan untuk mencegah masuknya hewan melata ini.

6. Manusia yang Tidak Bertanggung Jawab

Selain predator alami, ancaman terbesar terkadang justru berasal dari manusia. Pencurian merpati berkualitas, penembakan menggunakan senapan angin, hingga pemasangan perangkap liar masih menjadi masalah yang dihadapi sebagian penghobi merpati.

Merpati pos dengan prestasi tinggi bahkan bisa memiliki nilai jual yang cukup mahal sehingga menjadi sasaran pencurian.

Cara Mengurangi Risiko Kehilangan Merpati

Beberapa langkah yang dapat dilakukan penghobi merpati pos antara lain:

  • Menjaga kebersihan dan keamanan kandang.
  • Menghindari latihan saat cuaca buruk.
  • Melatih merpati secara bertahap agar fisiknya kuat.
  • Mengamati keberadaan burung pemangsa di sekitar area latihan.
  • Memberikan pakan bergizi untuk menjaga stamina burung.
  • Menggunakan identitas atau ring kaki pada merpati.

Penutup

Kemampuan terbang yang hebat tidak membuat merpati pos terbebas dari ancaman predator. Elang, alap-alap, kucing, tikus, ular, hingga manusia yang tidak bertanggung jawab merupakan musuh yang harus diwaspadai. Dengan perawatan yang baik dan kandang yang aman, risiko kehilangan merpati dapat diminimalkan sehingga burung tetap sehat dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.


Silahkan kunjungi juga posting dibawah ini :


08 Mei 2026

Selain digunakan sebagai pembawa pesan pada masa lalu, saat ini merpati pos juga banyak dipelihara untuk keperluan perlombaan terbang jarak jauh. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, terdapat komunitas dan organisasi yang secara rutin mengadakan lomba merpati pos dengan berbagai kategori jarak.

Dalam perlombaan tersebut, merpati dilepas secara bersamaan dari suatu titik yang berjarak puluhan hingga ratusan kilometer dari kandangnya. Pemenangnya adalah burung yang mampu kembali ke kandang dalam waktu tercepat. Kecepatan, daya tahan, kesehatan, serta kemampuan navigasi menjadi faktor utama yang menentukan prestasi seekor merpati pos.

Cara Melatih Merpati Pos

Kemampuan pulang merpati pos memang merupakan bakat alami, namun tetap perlu diasah melalui latihan yang teratur. Biasanya pelatihan dimulai dari jarak yang dekat, misalnya 1 hingga 5 kilometer dari kandang.

Setelah burung terbiasa kembali dengan mudah, jarak pelepasan secara bertahap ditingkatkan menjadi 10 kilometer, 20 kilometer, hingga ratusan kilometer. Metode latihan bertahap ini membantu merpati mengenali wilayah sekitar dan meningkatkan kepercayaan dirinya saat terbang jauh.

Pemberian pakan berkualitas, air bersih, serta kandang yang nyaman juga sangat berpengaruh terhadap performa merpati pos.

Fakta Menarik Tentang Merpati Pos

Beberapa fakta menarik yang membuat merpati pos begitu istimewa antara lain:

  • Mampu terbang dengan kecepatan rata-rata 60–100 km/jam.
  • Dapat menempuh perjalanan ratusan kilometer dalam satu hari.
  • Memiliki daya ingat yang sangat baik terhadap lokasi kandang.
  • Pernah digunakan dalam berbagai peperangan untuk mengirim pesan rahasia.
  • Beberapa merpati pos terkenal dalam sejarah bahkan mendapat penghargaan atas jasanya menyampaikan informasi penting.

Kesimpulan

Merpati pos bukan hanya burung peliharaan biasa, melainkan salah satu makhluk hidup dengan kemampuan navigasi paling menakjubkan di dunia. Hingga kini para ilmuwan masih terus mempelajari rahasia di balik kemampuan luar biasanya tersebut. Bagi para penghobi, memelihara merpati pos adalah kombinasi antara hobi, olahraga, dan sarana belajar tentang kecerdasan alam yang mengagumkan.


10 April 2026

Merpati pos merupakan salah satu jenis burung yang sangat menarik untuk dipelajari, terutama bagi para pecinta burung dan penghobi merpati. Selain memiliki penampilan yang elegan, burung ini dikenal karena kemampuan navigasinya yang luar biasa. Bahkan hingga saat ini, para ilmuwan masih terus meneliti bagaimana merpati pos dapat menemukan jalan pulang ke kandangnya meskipun dilepaskan dari lokasi yang sangat jauh.

Sejarah Singkat Merpati Pos

Nama merpati pos berasal dari fungsi utamanya pada masa lalu, yaitu sebagai pembawa pesan. Jauh sebelum teknologi komunikasi modern seperti telepon, internet, dan email ditemukan, manusia memanfaatkan merpati pos untuk mengirimkan informasi penting dari satu tempat ke tempat lain.

Kemampuan burung ini untuk kembali ke kandangnya dengan cepat dan akurat menjadikannya alat komunikasi yang sangat berharga, bahkan pernah digunakan dalam berbagai peperangan untuk menyampaikan pesan rahasia.

Kehebatan Navigasi Merpati Pos

Salah satu hal yang paling mengagumkan dari merpati pos adalah kemampuannya menemukan jalan pulang dari jarak puluhan hingga ratusan kilometer. Tidak sedikit merpati pos yang mampu kembali ke kandangnya setelah dilepaskan dari lokasi yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

Kemampuan ini membuat banyak orang bertanya-tanya: bagaimana seekor burung dapat mengetahui arah pulang dengan begitu tepat?

Hingga saat ini belum ada jawaban pasti yang disepakati seluruh ilmuwan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa merpati pos kemungkinan menggunakan kombinasi beberapa sistem navigasi alami.

Memanfaatkan Medan Magnet Bumi

Salah satu teori yang paling banyak diterima adalah bahwa merpati pos mampu mendeteksi medan magnet bumi. Setiap wilayah di bumi memiliki karakteristik magnetik yang berbeda-beda, dan diduga burung ini dapat "membaca" perbedaan tersebut sebagai semacam peta alami.

Kemampuan tersebut memungkinkan merpati mengetahui posisinya dan menentukan arah menuju kandangnya.

Jika teori ini benar, maka merpati pos memiliki sistem navigasi biologis yang jauh lebih canggih daripada yang dibayangkan banyak orang.

Menggunakan Posisi Matahari

Selain medan magnet bumi, beberapa ahli berpendapat bahwa merpati pos juga memanfaatkan posisi matahari sebagai penunjuk arah.

Seperti pelaut zaman dahulu yang menggunakan matahari untuk navigasi, merpati diduga mampu memperkirakan arah berdasarkan pergerakan matahari di langit. Kemampuan ini bekerja dengan bantuan jam biologis alami yang dimiliki burung tersebut.

Mengandalkan Penglihatan yang Tajam

Merpati pos terkenal memiliki penglihatan yang sangat baik. Saat terbang di ketinggian, mereka mampu mengenali berbagai penanda visual seperti sungai, jalan raya, pegunungan, dan bentuk wilayah tertentu.

Daya ingat yang kuat membantu mereka menyimpan informasi mengenai rute perjalanan sehingga dapat digunakan kembali saat pulang ke kandang.

Kemungkinan Memanfaatkan Bau dan Suara

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa merpati pos mungkin menggunakan indera penciuman untuk mengenali wilayah tertentu. Setiap daerah memiliki karakteristik aroma yang berbeda, dan aroma tersebut diduga membantu burung menentukan lokasi mereka.

Selain itu, ada teori lain yang menyebutkan bahwa merpati mampu merasakan gelombang suara berfrekuensi rendah (infrasound) yang berasal dari alam, sehingga membantu proses navigasi jarak jauh.

Meski demikian, teori-teori tersebut masih terus diteliti dan menjadi bahan diskusi di kalangan ilmuwan.

Kesetiaan yang Menjadi Legenda

Selain kecerdasannya, merpati pos juga dikenal sebagai burung yang setia. Mereka memiliki ikatan kuat dengan pasangan, kelompok, dan terutama kandangnya.

Sifat inilah yang membuat muncul ungkapan populer:

"Merpati tidak pernah ingkar janji."

Ungkapan tersebut menggambarkan kebiasaan merpati yang selalu berusaha kembali ke rumahnya, seolah memiliki komitmen untuk pulang apa pun rintangannya.

Hobi yang Menarik dan Edukatif

Memelihara merpati pos bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga memberikan banyak pelajaran mengenai kecerdasan hewan, kesabaran, dan proses pelatihan. Banyak penghobi merpati yang merasa kagum setiap kali melihat burung peliharaannya mampu kembali ke kandang setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.

Tak heran jika hingga saat ini komunitas pecinta merpati pos masih berkembang di berbagai daerah, termasuk di Indonesia.

Penutup

Merpati pos merupakan salah satu ciptaan Tuhan yang menyimpan banyak keajaiban. Kemampuan navigasinya yang luar biasa masih menjadi misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan oleh ilmu pengetahuan modern. Dengan memanfaatkan kombinasi medan magnet bumi, posisi matahari, penglihatan tajam, daya ingat, dan mungkin juga penciuman, burung ini mampu melakukan perjalanan jauh dan tetap menemukan jalan pulang.

Bagi para penghobi burung, merpati pos bukan hanya hewan peliharaan biasa, melainkan simbol kecerdasan, kesetiaan, dan keajaiban alam yang selalu menarik untuk dipelajari.


24 Mei 2011

Informasi Dan Bisnis Merpati Pos siapakah yang gak mengenal burung cantik ini? Burung yang jadi symbol perdamaian dan jauh dari itu semua Merpati Pos juga sebagai symbol kesetiaan. Itu tentu saja ada alasannya, kenapa hanya merpati pos terus bagaimana dengan merpati biasa apakah mereka tidak bisa setia dengan pasangannya? Yupzz… itu mungkin pertanyaan yang bagus. Dan saya akan berusaha memberikan share tentang Merpati Pos tersebut di website Informasi Dan Bisnis ini. Tapi tentu ini berdasar pengalaman saya dengan burung Merpati Pos yang saya pelihara sendiri, juga dengan merpati tinggian yang saya pelihara juga jadi agak campur aduk juga.

23 Mei 2011

When a story, especially something as long as a novel begins to take shape in a writer's mind, characters often click into place. Or they evolve in a painstaking process. Occasionally, one darts into view in stealing glances or a flash of feathers. This happened to me in the summer of 2005 when I began to construct a novel around a modern-day flu pandemic. I was looking for a pivotal character in the form of an animal, particularly a bird that could carry the mystery of the story and take it beyond a human catastrophe. For a while, I considered the Ivory Bill Woodpecker, an "extinct" bird making headlines at the time. But this species had current widespread media coverage. I was looking for a ghost-a real one. That's when I discovered the passenger pigeon, one of America's saddest extinctions, and the likely carrier of a controversial anti-virus in my novel.

27 April 2011


Racing Pos Pigeon atau Merpati Pos Balap adalah Burung Merpati yang memiliki keistimewaan khusus dalam hal jarak tempuh juga kecepatan terbang, hal ini telah dimanfaatkan pada masa Perang Dunia Kedua. Seekor Merpati Pos Balap yang sehat dan terlatih, mampu terbang antara 400-500 kilometer non stop selama 8 jam dengan kecapatan rata-rata 60-70 kilometer perjamnya. Merpati Pos Balap ini mempunyai naluri yang kuat serta memiliki intelegensi atau kecerdasan yang sangat luar biasa dalam menentukan arah. Berotot kuat, berblu lebat adalah ciri dari Merpati Pos Balap selain itu juga memiliki ciri lain seperti kelopak mata yang tipis dan berlapis disekitar mata dan kornea yang dapat berakomodasi dengan baik dan tajam, Kedua kaki kering beruas rapat dan pendek. Bentuk tubuh Merpati Pos Balap bulat, tidak terlalu besar, tulang dada tidak menonjol kebawah. Hidungnya halus dan tidak terlalu besar. Merpati Pos Balap memiliki alat deteksi seperti radar yag berada di rongga telinga sehingga menjadi navigasi alami untuk mentukan arah saat terbang.

07 Desember 2010


Informasi Dan Bisnis. POMSI adalah akronim/singkatan dari Persatuan Olah Raga Merpati Pos Seluruh Indonesia merupakan organisasi local Indonesia yang merupakan wadah bagi para penghoby burung merpati khusunys Merpati Pos atau Homing Pigeon. Pomsi memang memaang lingkupnya untuk seluruh Indonesia namun untuk sementara ini baru ada di beberapa kota besar saja. Pomsi sendiri berdiri sekitar tahun 1968 dengan konggres pertamanya dijakarta, dan pada saat itu yang menjadi anggotanya baru sekitar 6 yang tersebar di beberapa kota.


07 Mei 2010



Kali ini di Informasi Dan Bisnis pengen posting tentang Burung Merpati yang saya masukan dalam kategori HOBI kareni ini juga salah satu hobi saya sob he he, Posting kali ini tentang Merpati pos yang memiliki Kepandaian dan suatu keajaiban dari Tuhan berupa alat Navigasi yang hingga saat ini belum bisa terbongkar misterinya, namun yang jelas dengan kelebihan Navigasinya itu menjadikan Merpati Pos bisa selalu menemukan jalang pulang ke Kandangnya lagi meskipun di lepas dari jarak Puluhan Bahkan Ratusan Kilo meter. Diberi nama Merpati Pos karena dahulu merpati ini memang digunakan untk mengirimkan pesan pesan penting seperti layaknya POs. Keunikan dan kejeniusan Merpati Pos itu tentunya tidak lepas dari sorot matanya yang tajam, namun ternyata selain lewat pandangan matanya waktu terbang ada faktor lain yang jauh lebih mengagumkan lagi yang menyebabkan jarak tak lagi bisa membuatnya lupa untuk pulang kekandangnya dan faktor faktor tersebut akan saya ceritakan kepada teman teman semua yach sebagai semacam tukar pengalaman gitulah siapa tahu ada diantara teman teman yang mau mengoreksi atau menambahkan.

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Texts



Blog UP

Your IP

IP

Pengikut

Cari Blog Ini

review www.setizone.com on alexa.com
SILAHKAN MEMBACA ARTIKEL DISINI ATAU COMEN DI BUKU TAMU
jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Please YM Me

Ziddu

Tuker Link Blog
setizone.blogspot.com

Tukeran Link Yuk...!

new

Widget by Blogger Buster

BUKU TAMU

Pages

Pages

Pages

SELAMAT MEMBACA

About

Popular Posts