SELAMAT MEMBACA

Pages

14 Mei 2010

Penyakit Berak Kapur Pada Merpati

Khusus untuk saat ini saya akan posting penyakit yang telah merenggut merpati kesayangan saya tadi pagi 14 Mei 2010 yang di sebabkan Oleh Penyakit Berak Kapur atau Pullorum karena pengobatannya sudah terlambat oleh sebab itu dengan posting ini saya berharap sebagai pengingat bagi saya untuk lebih berhati hati dalam menjaga hewa kesayangan terutama kebersihan kandang/sangkarnya dan juga kepada para teman teman lainnya yang kebetulan sehoby dengan saya.


Apa penyakit Berak Kapur itu?

Penyakit Berak Kapur adalah penyakit yang banyak menyerang beberapa jenis ungas yang tumbuh optimum pada suhu 7 derajat Celcius. Nama lain penyakit ini Salmonellosis atau Pullorum termasuk bakteri gram Negatif. Penyebabnya adalah Salmonella pullorum yang menyerang saluran pencernakan. Penyakit berak kapur bersifat menular. Tanda-tanda atau gejala serangan yang dapat dilihat adalah kotoran burung berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur, nafsu makan menurun, pada stadium tertentu burung mengalami kesulitan membuang kotoran. Jika diperhatikan, banyak kotoran berwarna putih melekat pada bulu di sekitar anus, muka pucat, sayap menggantung,bulu tidak teratur, dan lesu.

Bagaimana Pencegahannya?

Pencegahan terhadap timbulnya penyakit Berak Kapur dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, makanan, dan minuman. Setiap hari sangkar dibersihkan, termasuk kotoran burung itu juga. Gunakan desinfektan atau bioseptik untuk mencuci sangkar. Setiap dua hari sekali, tempat pakan dan tempat minum dibersihkan. Sisa-sisa makanan dibuang agar tidak berjamur lalu ganti dengan makanan yang baru. Untuk air minum usahakan air yang sudah direbus sampai mendidih untuk mematikan zat ataupun bakteri berbahaya sehingga mengurangi resiko tertularnya penyakit lain.

Terus Pengobatannya?

Jika ada burung yang sudah terlanjur terinveksi penyakit Berak Kapur maka segeralah dipisahkan dari burung lain yang masih sehat tentunya agar tidak menular keburung lain yang sehat tadi. Lalu berilah obat anti biotik dengan hati hati karena pemberian obat anti biotik yang asal asalan dapan berakibat buruk pada burung yang kita obati, malah bisa bisa burung tersebut mati karena obat yang kita berikan tadi bukan karena penyakit Berak Kapur itu.

Penularan penyakit Berak Kapur ini dapat melalui :

Keturunan dari induk (telur).

Hal ini karena telur dari Burung tersebut sudah mengandung kuman Pullorum sehingga setelah menetas maka anakmya itupun sudah mengandung kuman Pullorum dari induknya dan lebih berbahayanya lagi akan dapat menularkan pada yang lain.


Dari satu Burung ke burung lain

Burung yang sudah menderita penyakit ini bila mematuk burung lain maka akan menularkannya

Makanan, minuman.

Makanan yang sudah tercemar oleh bakteri Pullarum dapat menular bila dimakan oleh burung lain yang sehat


• Alat alat

Alat alat ini termasuk juga tempat makan ataupun minum, termasuk alat suntik yang sudah di modifikasi sebagai alat pengobatan melalui mulut dengan dikasih karet Pentil.

Referensi Obat

Berak kapur :

Sulfamix atau Tetra-Chlor Produksi Medion Bandung

Untuk Kandang

Neo Anti Sep Produksi Medion Bandung dengan cara di campur air lalu disemprotkan pada sangkar maupun alat minum/makan

Kunjungi Juga Link dibawah ini dengan mengekliknya :

6 komentar:

  1. seep postingnya sobat, trip dan triknya bisa kita praktekan sama unggas peliharaan kita agar tetap sehat. makasih artikelnya..

    BalasHapus
  2. walah penyakit pada merpati ya, numpang baca2 aja deh...

    BalasHapus
  3. thx mas infonya, nggak terlalu ngerti juga masalh burung/unggas ini...

    BalasHapus
  4. wokey kawan kawan semua makasih kkunjungannya

    BalasHapus
  5. penyakit unggas dimana-mana hampir sama ya? kirain berak kapur ini hanya menimpa ayam, ternyata merpatipun sama penyakitnya...

    BalasHapus
  6. terimakasih artikelnya ,jadi nambah wawasan tentang penyakit ungas'

    BalasHapus

Bila sekiranya berkenan silahkan tinggalkan pesan dibawah ini. Tapi mohon jangan Spam!

Texts